Daftar Subbab

Rasulullah SAW Hijrah

Saat Beliau di Gua Bersama Abu Bakar

~4 min baca

Sesampai di mulut gua, Abu Bakar berkata, "Demi Allah, janganlah engkau masuk ke dalamnya sebelum aku masuk terlebih dahulu. Jika di dalam ada sesuatu yang tidak beres, biarlah aku yang terkena, asal tidak mengenai engkau." Lalu Abu Bakar memasuki gua dengan menyisihkan kotoran yang menghalangi. Di sebelahnya dia mendapatkan lubang.

Dia merobek mantelnya menjadi dua bagian dan mengikatnya ke lubang itu. Robekan satunya lagi dia balutkan ke kakinya. Setelah itu Abu Bakar berkata kepada beliau, "Masuklah!" Maka beliau pun masuk ke dalam gua.

Setelah mengambil tempat di dalam gua, beliau merebahkan kepala di atas pangkuan Abu Bakar dan tertidur. Tiba-tiba Abu Bakar disengat hewan dari lubangnya. Namun dia tidak berani bergerak, karena takut akan menganggu tidur Rasulullah SAW Dengan menahan rasa sakit, air matanya menetes ke wajah beliau.

"Apa yang terjadi wahai Abu Bakar?" tanya beliau. Abu Bakar menjawab, "Demi ayah dan ibuku menjadi jaminamu, aku digigit binatang." Rasulullah SAW meludahi bagian yang digigit sehingga hilang rasa sakitnya. Mereka berdua bersembunyi di dalam gua selama tiga malam, yaitu malam Jum'at, malam Sabtu, dan malam Ahad.

Jika malam hari Abdullah bin Abu Bakar selalu berada bersama keduanya. Aisyah berkata, "Dia adalah seorang pemuda yang cerdas dan pandai. Dia meninggalkan keduanya pada akhir malam, dan pagi harinya menyusup ke tengah orang-orang Quraisy di Makkah seperti orang yang tidak pernah ke mana-mana.

Setiap masalah yang hendak diketahui Rasulullah SAW dan Abu Bakar, maka dia senantiasa mengupingnya, lalu pada malam harinya dia mendatangi mereka berdua secara sembunyi-sembunyi dan menyampaikan kabar tersebut. Abu Bakar juga mempunyai pembantu, Amir bin Fuhairah yang bertugas menggembala domba-dombanya. Pada petang hari dia menggembala di dekat gua, sehingga mereka berdua bisa mengambil air susunya.

Amir menunggu domba-domba itu hingga akhir malam. Begitulah yang dilakukan selama tiga malam itu. Kemudian Amir menggiring dombanya mengikuti langkah kaki Abdullah bin Abu Bakar setelah meninggalkan gua menuju Makkah, untuk menghilangkan jejak kakinya.

" Sementara orang-orang Quraisy seperti hilang akalnya dan tidak waras setelah pagi harinya kehilangan jejak Rasulullah SAW . Pertama kali yang mereka lakukan ialah memukuli Ali dan menyeretnya ke dekat Ka'bah serta menahannya, dengan harapan mereka bisa mengorek keterangan tentang diri beliau. Tatkala tidak mampu mengorek keterangan sedikit pun dari Ali, mereka segera ke rumah Abu Bakar.

Mereka menggedor pintu rumahnya. Asma` binti Abu Bakar menemui mereka di ambang pintu. "Mana ayahmu?" tanya mereka.

"Demi Allah, aku tidak tahu di mana ayahku berada,” jawabnya. Abu Jahal langsung mengangkat tangannya dan menampar pipi Asma hingga anting-antingnya terlepas. Lewat pertemuan yang singkat dan cepat mereka memutuskan untuk menggunakan segala cara yang memungkinkan dilakukan untuk menemukan Rasulullah SAW dan Abu Bakar.

Di setiap jalur di Makkah ditempatkan beberapa penjaga dengan dibekali senjata yang lengkap, dan siapa pun yang bisa membawa beliau kepada orang-orang Quraisy dalam keadaan hidup atau mati, disediakan hadiah seratus ekor onta, siapa pun dia. Pada saat itu setiap penunggang kuda, pejalan kaki dan para pencari jejak mencari beliau. Mereka menyebar ke gunung dan lembah, ke dataran tinggi dan dataran rendah.

Tetapi hasilnya nihil. Sebenarnya ada di antara mereka yang sudah mendekati mulut gua. Tetapi Allah lebih berkuasa.

Al-Bukhari meriwayatkan dari Anas, dari Abu Bakar, dia berkata, "Aku bersama Nabidi dalam gua. Kudongakkan kepala, dan kulihat kaki beberapa orang. Aku berkata, "Wahai Nabi Allah, andai kata mereka melongokkan pandangannya, tentu mereka akan melihat kita." "Diamlah wahai Abu Bakar.

Dua orang, dan yang ketiga adalah Allah." Dalam suatu lafazh disebutkan. "Apa perkiraanmu wahai Abu Bakar tentang dua orang, sedang yang ketiga adalah Allah?2131 Di sinilah terjadi mukjizat yang dianugerahkan Allah kepada Nabi-Nya. Akhirnya para pencari itu kembali, padahal jarak antara mereka dan beliau tinggal berberapa langkah kaki saja.

HIKMAH & NIAT HARIAN

"Niat Hari Ini: Mengambil hikmah dan meneladani keteladanan Rasulullah SAW dalam peristiwa Saat Beliau di Gua Bersama Abu Bakar."