Rasulullah SAW Hijrah
~2 min baca
Rasulullah SAW meninggalkan rumah pada malam hari tanggal 27 Shafar tahun 14 nubuwah menuju rumah rekan sejatinya, Abu Bakar, lalu berdua mereka meninggalkan rumah dari pintu belakang untuk keluar dari Makkah secara tergesa-gesa sebelum fajar menyingsing. Rasulullah SAW menyadari sepenuhnya bahwa tentunya orang-orang Quraisy akan mencarinya mati-matian, dan jalur satu-satunya yang mereka perkirakan adalah jalur utama ke Madinah yang mengarah ke utara. Untuk itu beliau justru mengambil jalur yang berbeda, yaitu jalur yang mengarah ke Yaman, dari Makkah ke arah selatan.
Beliau menempuh jalan ini sekitar 5 mil hingga tiba di sebuah gunung yang disebut Gunung Tsaur. Ini termasuk jalan yang menanjak, sulit dan berat, banyak bebatuan besar yang harus dilewati. Beliau tidak mengenakan alas kaki, bahkan ada yang menuturkan bahwa beliau berjalan dengan cara berjinjit, agar tidak meninggalkan bekas telapak di tanah.
Bagaimana pun keadaannya, yang pasti Abu Bakar sempat memapah beliau saat sudah tiba di gunung dan mengikat badan beliau dengan badannya hingga tiba di gua di puncak gunung. Gua itu dikenal dengan nama Gua Tsaur.
"Niat Hari Ini: Mengambil hikmah dan meneladani keteladanan Rasulullah SAW dalam peristiwa Pindah dari Rumah ke Gua."