Daftar Subbab

Rasulullah SAW Hijrah

Memasuki Madinah

~4 min baca

Seusai shalat Jum'at, Nabi memasuki Madinah. Sejak hari itulah Yastrib dinamakan Madinatur Rasul, yang kemudian disingkat dengan nama Madinah. Inilah hari yang sangat monumental.

Semua rumah dan jalan ramai dengan suara tahmid dan taqdis. Sementara anak-anak gadis mereka mendendangkan bait-bait syair karena senang dan gembira: "Purnama telah terbit di atas kami dari arah Tsaniyyatul Wada' Kita wajib mengucap syukur dengan doa kepada Allah semata wahai orang yang diutus kepada kami kau datang membawa urusan yang ditaati." Sekalipun orang-orang Anshar bukan termasuk orang-orang yang sangat kaya, tetapi setiap orang di antara mereka berharap agar Rasulullah SAW singgah di rumahnya. Tak ada satu pun rumah yang dilalui beliau melainkan mereka pasti memegang tali kekang onta beliau, sambil meminta agar beliau berkenan singgah di rumahnya.

Beliau bersabda, "Berilah jalan kepada onta ini, karena ia adalah onta yang sudah diperintah." Onta beliau terus berjalan hingga tiba di suatu tempat yang sekarang ini menjadi Masjid Nabawi. Di tempat ini ia menderum. Namun beliau tidak turun dari punggungnya.

Onta itu berdiri lagi berjalan beberapa langkah, menolehkan kepala lalu kembali lagi dan menderum di tempat semula. Baru kemudian beliau turun dari punggungnya. Tempat itu berada di Bani An-Najjar, yang masih terhitung paman-paman beliau.

Berkat taufik Allah beliau memang lebih senang singgah di tempat paman-pamannya, dengan begitu beliau bisa memuliakan mereka. Semua orang berbicara kasak-kusuk tentang Rasulullah SAW yang singgah di rumah mereka. Maka Abu Ayyub Al-Anshari segera mengambil pelana onta milik Rasulullah SAW lalu memasukkannya ke dalam rumah.

Melihat hal ini beliau bersabda, "Seseorang itu beserta pelananya." Sementara As'ad bin Zurarah datang sambil memegangi tali kekang ontanya dan berada di dekat beliau. Dalam riwayat Al-Bukhari dari Anas disebutkan, Nabi bertanya, "Siapakah rumah kerabat kami yang paling dekat jaraknya?" Abu Ayyub menjawab, "Aku wahai Rasulullah SAW . Itu rumahku dan itu pintunya.

" Maka beliau beranjak dan Abu Ayyub menyiapkan tempat yang biasa dipergunakan untuk istirahat siang. Saat itu beliau bersabda, "Orang-orang yang berada pada barakah Allah. Selang beberapa hari kemudian istri beliau, Saudah, dan kedua putri beliau, Fathimah dan Ummu Kultsum, tiba di Madinah, bersama-sama dengan Usamah bin Zaid, Ummu Aiman, Abdullah bin Abu Bakar dan seluruh keluarga Abu Bakar, termasuk pula Aisyah.

Sementara Zainab, putri beliau masih tinggal bersama suaminya, Abul Ash di Makkah. Zainab belum memungkinkan untuk hijrah, dan baru hijrah setelah Perang Badr. Aisyah berkata, "Tatkala Rasulullah SAW sudah tiba di Madinah, sementara Abu Bakar dan Bilal merintih kesakitan, aku segera menemui keduanya dan bertanya, "Wahai ayah, bagaimana keadaanmu?

Wahai Bilal, bagaimana keadaanmu?" Biasanya jika Abu Bakar terkena demam, maka dia menjawab dengan sebuah syair, "Kala pagi setiap orang bisa berkumpul dengan keluarga namun kematian lebih dekat daripada tali terompahnya." Aisyah berkata, "Lalu aku mendatangi Rasulullah SAW dan mengabarkan keadaan itu. Maka beliau bersabda, "Ya Allah, buatlah kami mencintai Madinah ini seperti cinta kami kepada Makkah atau bahkan lebih banyak lagi. Sebarkanlah kesehatan di Madinah, berkahilah ukuran dan timbangannya, singkirkanlah sakit demamnya dan sisakanlah air padanya.” Begitulah bagian dari kehidupan Rasulullah SAW , yang menandai berakhirnya satu paroh dakwah Islam, yaitu periode Makkah.

HIKMAH & NIAT HARIAN

"Niat Hari Ini: Mengambil hikmah dan meneladani keteladanan Rasulullah SAW dalam peristiwa Memasuki Madinah."